Mitos Bayi Baru Lahir
12 August 2016
Selama ini pasti kita sering dengar mengenai mitos-mitos yang beredar di lingkungan dan keluarga kita tentang bayi yang baru lahir, jangan sampai salah informasi ya Mam. Kita harus tetap pintar dalam merawat bayi mungil kita.

1. Jangan menjemur pakaian bayi setelah Magrib
Mitos ini bisa jadi benar jika Mama menjemur baju di halaman rumah, karena saat magrib biasanya serangga kecil yang dibadannya penuh serbuk sari bunga, keluar dari sarangnya. Nah, jika baju si kecil masih berada di luar rumah, besar kemungkinan serangga dan serbuk sari tersebut akan menempel di baju bayi. Akibatnya, ketika dipakai bisa menimbulkan gatal-gatal di kulit atau bersin-bersin yang menyerupai pilek, terutama pada bayi yang memiliki bakat alergi. Jadi bukan karena takut mengundang mahluk jadi-jadian ya Mam :)

2. Gurita mencegah perut buncit
Pemakaian gurita pada bayi dikatakan bias mencegah kembung atau perut buncit pada bayi. Padahal pemakaian gurita justru menghambat pernapasan bayi.  Saat awal ini bayi bernapas dengan menggunakan pernapasan perut sebelum ia belajar menggunakan pernapasan dada. Pemakaian gurita yang menekan perut bisa membatasi jumlah udara yang dihirupnya.

3. Pusar ditempel uang logam supaya tidak bodong
Pusar menonjol atau sering diistilahkan bodong pada bayi adalah kondisi yang wajar. Sebab, otot dinding perut pada bayi masih lemah sehingga bisa mempengaruhi bentuk pusar. Seiring bertambah kuatnya dinding perut, bentuk pusar juga akan mengalami perubahan. Justru penggunaan koin bisa berbahaya untuk bayi terutama jika koin itu kotor, sehingga bisa menimbulkan infeksi. Kuman dari koin dapat langsung masuk ke tubuh bayi melalui tali pusat. Ini dapat berakibat fatal bayi dapat menderita sepsis, beredarnya kuman di seluruh tubuh. Kondisi ini bisa mengakibatkan kematian

4. Bedong agar kaki bayi tidak bengkok
Membedong anak sekuat mungkin tidak ada hubungannya sama sekali untuk meluruskan kaki bayi. Semua kaki bayi memang bengkok pada awalnya. Hal ini berkaitan dengan posisi bayi yang meringkuk di dalam rahim. Nanti, dengan semakin kuatnya tulang anak dan kian besarnya keinginan untuk bisa berjalan, kaki anak akan lempeng sendiri. Perkembangan fisiologis kaki memang seperti itu.

5. Bayi jangan diajak ke luar rumah sebelum 40 hari
Memang nasihat ini sebaiknya Mama ikuti, jangan mengajak bayi ke luar rumah di usia terlalu dini, apalagi ke tempat ramai seperti pasar atau mal. Bayi yang usianya masih dalam hitungan hari memiliki daya tahan tubuh yang amat rendah. Jadi, kalau ada kuman atau virus yang masuk ke dalam tubuhnya, ia akan dengan mudah jatuh sakit. Jika ingin mengajak si kecil jalan-jalan, sebaiknya Mama bersabar menunggu hingga daya tahan tubuh bayi lebih kuat dan sudah menjalani imunisasi awal, seperti Hepatitis B dan Polio.