5 Strategi Mengatasi Tantrum Si Kecil
01 June 2020
Buat sebagian orang tua, tantrum adalah sebuah masalah besar yang terjadi pada Si Kecil. Saat terjadi, mama atau papa pun ikutan stres dalam menghadapinya. Padahal kalau tahu strateginya, tantrum Si Kecil akan sangat mudah diatasi. Berikut adalah 5 strateginya, Ma.

1. Tahu Batasan Emosi Si Kecil
Tantrum terjadi karena karena Si Kecil sudah tidak bisa mengatasi emosinya yang berlebihan. Alasannya bisa bermacam-macam. Bisa jadi karena problem komunikasi dan Si kecil tidak mengerti apa yang orang lain inginkan sehingga menimbulkan frustasi. Pada saat ini terjadi, penting sekali untuk mama dan papa tahu sampai mana batas emosi Si Kecil dan berusaha buat meredamnya pada saat hendak memuncak.

2. Si Kecil Bilang Tidak? Tidak Masalah!
Pasti sering terjadi Si Kecil menolak permintaan mama. Biasanya yang terjadi adalah, mama atau papa marah dilanjutkan Si Kecil yang tantrum. Tenang, Ma. Jangan bereaksi secara berlebihan pada saat Si Kecil bilang tidak, atau menolak hal yang mama minta. Coba minta lagi dengan kalimat yang lebih tenang. Atau buat semacam game yang seru, sehingga Si Kecil mau menuruti permintaan mama.

3. Beri Pilihan Kepada Si Kecil
Si Kecil maunya apa, Mama dan Papa maunya beda. Ini lah awal mula tantrum Si Kecil terjadi. Strategi yang bisa dilakukan untuk mengatasi problem tantrum ini adalah memberikan pilihan kepada Si Kecil. Ini juga sebagai tanda bahwa mama dan papa menghargainya sebagai seorang individu, dan menghargai pilihannya. Saat pilihan Si Kecil bisa diakomodir, pasti tantrum bisa teratasi.

4. Tawarkan Bantuan
Susahnya punya anak batita di atas 12 bulan adalah mereka sudah punya ego sendiri untuk membuktikan kalau mereka bisa melakukan sesuatu. Namun pada saat kesulitan, mereka terlalu gengsi untuk meminta. Di saat ini lah tantrum biasanya terjadi. Coba tawarkan bantuan deh, Ma. Ini juga strategi agar Si Kecil tidak frustasi lalu tantrum.

5. Pilih “Pertempuran” dengan Si Kecil
Komunikasi yang tidak lancar akibat otoritas kita sebagai orang tua juga bisa memicu tantrumnya Si Kecil lho, Ma. Jadi untuk meminimalisir konflik yang berujung pada tantrumnya Si Kecil. Sebaiknya dari pihak mama dan papa bisa lebih bijak lagi dalam memilih “pertempuran” dengan Si Kecil. Hal-hal yang tidak terlalu penting untuk dipermasalahkan sebaiknya disimpan saja. Pasti hubungan dengan Si Kecil lebih harmonis dan Si Kecil pun jarang tantrum.