5 Cara Membentuk Kedisiplinan Si Kecil
21 March 2020
Menanamkan disiplin sebaiknya dilakukan di usia sedini mungkin, misalnya di usia 6-12 bulan. Kedisiplinan merupakan sebuah perilaku yang akan membawa banyak manfaat dalam hidup. Di artikel berikut mama bisa mendapat inspirasi tentang bagaimana caranya memupuk kedisiplinan untuk Si kecil.

1. Jangan Katakan, Tapi Lakukan
Anak akan meniru apa yang orang lain perbuat. Dan karena mama dan papa adalah orang yang paling dekat dengan Si Kecil, sebaiknya mama dan papa mulai menerapkan disiplin sehingga Si Kecil bisa menirunya. Contoh, jangan menyuruh untuk sikat gigi tapi bersama melakukannya dengan Si Kecil di jadwal yang telah ditetapkan.

2. Buat Batasannya
Ada hal yang boleh dilakukan, dan banyak juga hal yang tidak boleh dilakukan. Segera buat batasan ini dan disiplin dalam menerapkannya. Dengan adanya batasan ini, Si Kecil jadi tau mana yang boleh dilakukan mana yang tidak. Dalam menerapkan disiplin, bukan berarti harus keras lho, Ma. Tapi lebih mengetahui konsep benar dan salah serta menanggung konsekuensinya.

3. Konsistensi adalah Kunci
Setelah menetapkan batasan dan aturan, harus diikuti dengan sikap konsisten ya, ma. Jangan lupa juga berbicara dengan pasangan tentang batasan yang sudah disepakati agar konsistensi terhadap si kecil tetap terjaga.

4. Gunakan Bahasa Positif
Bahasa itu mempuyai dampak yang besar terhadap perilaku lho, Ma. Jadi, pada saat menerapkan kedisplinan kepada Si Kecil pastikan papa dan mama menggunakan bahasa yang positif dan persuasif ya, Ma. Contohnya, daripada bilang “jangan atau tidak boleh” yang terkesan negatif, larangan bisa juga disampaikan dalam bentuk kalimat positif. “Jangan main hujan” bisa dimodifikasi dikit menjadi “main di dalam aja yuk, lebih seru” kelihatannya sepele tapi dampaknya besar lho, Ma.

5. Beri Pujian
Kadang si kecil berperilaku yang menyusahkan mama hanya karena kurangnya komunikasi dan berusaha mendapatkan perhatian. Oleh karena itu, jangan lupa untuk selalu memberi pujian apabila Ia melakukan sesuatu yang baik ya, ma. Dengan begini Ia akan belajar bahwa berperilaku baik akan mendapatkan perhatian dari mama, dan Ia akan terus berusaha untuk lakukan itu.