5 Trik Menghadapi Si Kecil yang Tantrum
22 November 2019
Di umur 6-12 bulan pasti Si Kecil lagi sering-seringnya tantrum ya, Ma. Dan biasanya mama tidak tahu apa yang harus dilakukan pada saat Si Kecil tantrum, salah mengambil tindakan yang membuat Si Kecil lebih tantrum lagi. Nah, berikut adalah 5 trik untuk menghadapi Si Kecil yang lagi tantrum.

1. Cuek
Iya benar, mama tidak salah dengar. Saat Si Kecil tantrum, hal yang bisa mama lakukan adalah cuekin aja. Ini mungkin terdengar aneh “kok anak lagi nagis didiamkan aja” Tapi ini membantu Si Kecil untuk memahami bahwa mama sebagai orangtua tidak terintimadasi oleh sikap buruk Si Kecil. Cuekin namun tetap dipantau ya, Ma. Pastikan Si Kecil menyalurkan tantrumnya dengan cara yang aman. Setelah selesai pelampiasan emosinya, langsung ajak Si Kecil untuk berbicara.

2.  Hadapi Teriakan Si Kecil dengan Suara Lembut
Berteriak adalah hal umum yang dilakukan Si Kecil pada saat tantrum. Ini pasti tidak mudah karena pada saat Si Kecil tantrum, mama pasti terpancing untuk emosi. Namun ini penting dilakukan agar Ia menjadi tidak frustasi dan tambah tantrum. Jadi, biarkan Ia berteriak dan coba berbicara dengan suara lembut.

3. Cari Tahu Alasan Tantrum
Frustasi merupakan alasan utama kenapa Si Kecil tantrum. Keterbatasan bahasa membuat Si Kecil tidak bisa menyampaikan apa yang diinginkan. Penting sekali mengajarkan cara berkomunikasi untuk menyampaikan sesuatu dengan jelas. Apabila itu sudah bisa terpenuhi, tantrum akibat komunikasi akan mudah diatasi.

4. Pelukan Erat Meredakan Tantrum Si Kecil
Pada saat sudah tidak tahu lagi apa yang harus dilakukan pada saat Si Kecil tantrum, kadang pelukan erat bisa menenangkan lho, Ma. Bahasa tubuh bisa meredakan emosi Si Kecil dan membuatnya lebih tenang.

5. Meminimalisir Kebiasaan Tantrum
Saat meluangkan waktu bersama Si Kecil, jangan lupa memujinya apabila Si Kecil melakukan hal-hal yang baik. Saat mendapatkan perhatian lebih karena melakukan hal yang baik, Ia cenderung akan mengulanginya lagi. Ajarkan cara mengangani emosi seperti menarik nafas dalam-dalam dan lain-lain. Cara-cara seperti ini bisa meminimalisir kebiasaan Si Kecil untuk tantrum