5 Tips Parenting Untuk Mengerti Balita Anda
09 November 2018
“Penting sekali menahan diri untuk mengontrol semuanya” Itu sepenggal kalimat dari Tovah Klein, pakar ilmu parenting yang dijuluki “si pembisik balita”

Dalam buku terbarunya, Klein menjabarkan apa yang terjadi di otak anak umur 2 sampai 5 tahun dan mengapa itu sangat membingungkan. “Cobalah melihat melalui mata mereka”  Klein menyarankan dan menyemangati para mama dan papa untuk lebih mengerti anak-anak mereka.

Dan berikut adalah 5 prinsip menjadi orangtua dilihat dari perspektif anak.

1. Tetap bangun kedekatan walaupun dalam situasi sulit
Saat terjadi konflik dengan anak, selalu ingat kalau kita, orangtua, adalah tembok yang menjaga mereka. Anak-anak harus tetap tenang, walaupun dalam situasi yang sulit. Ketika mereka menolak kita, kita harus maju mendekati mereka, mereka sebenarnya tidak ingin sendirian dan tetap memerlukan kita.

2. Kendali berada di tangan mama dan papa
Anak-anak memerlukan batasan dan figur yang mempunyai otoritas. Batasan yang tegas membangun kepercayaan. Dengan membiarkan anak marah kepada kita, kita sedang mengajarkan mereka gimana cara menyalurkan emosi dengan cara aman, dan kita akan tetap mencintai mereka walaupun mereka kadang berperilaku yang tidak kita harapkan.

3. Konsisten dengan Diri Sendiri
Memberikan rutinitas dan konsisten dalam menjalankannya mengajarkan mereka tentang kebiasaan dan cara mengorganisasi, dan itu akan diperlukan oleh mereka sepanjang hidupnya. Perilaku anak datang dari perilaku orangtua. Mereka akan melihat kita, melihat cara kita bereaksi terhadap masalah, dan bagaimana kita memperlakukan orang lain. Konsistensi dimulai dari kita, para orangtua, dan anak akan meniru kita.

4. Realistis Terhadap Anak
Agar anak percaya diri dengan apa yang mereka lakukan, kita sebagai orangtua harus mempunya ekspektasi yang realistis tentang apa yang mereka bisa capai mana yang tidak. Kadang kita serasa diburu waktu ingin cepat-cepat lanjut ke tahap perkembangan selanjutnya. Baru bisa ngomong, ingin cepat bisa baca, sudah bisa baca, ingin cepat bisa berhitung. Perkembangan bukan garis lurus, tapi berbentuk kurva. Kadang cepat, kadang melambat. Tidak apa-apa, ma. Nikmati saja semua prosesnya.

5. Terima Anak Apa Adanya
Kita sebagai orangtua pasti punya harapan dan keinginan. Namun kadang hal tersebut membuat kita tidak bisa melihat siapa anak kita sebenarnya yang mungkin saja berbeda dengan harapan dan keinginan kita. Terlalu banyak tuntutan hanya akan mengecewakan kita dan membuat mereka tidak bisa menjadi diri mereka sendiri. Tanya lagi kepada diri sendiri, siapa anak kita sebenarnya, apa yang mereka inginkan? Apa yang kita inginkan, yang mungkin saja berbeda. Saat kita menerima anak apa adanya, Ia akan jauh lebih percaya diri dan berkembang lebih cepat