5 Cara Agar Si Kecil Mau Mendengarkan
28 September 2018
Apakah mama punya kesulitan berkomunikasi dengan Si Kecil? Setiap hal yang mama bilang atau perintahkan pasti Si Kecil seolah tidak mendengarkan. Walaupun tidak bermaksud untuk bertindak otoriter terhadap mereka, kadang ada hal-hal dimana mama ingin menyampaikan sesuatu yang memang penting buat mereka. Jangan-jangan selama ini caranya memang salah, Ma. Yuk Simak 5 tips yang membuat Si Kecil mau mendengarkan mama.

1. Sederhanakan Kalimat
Ini kadang susah dilakukan kalau mama ingin Si Kecil melakukan sesuatu tapi mama menyampaikannya dalam keadaan yang tidak tenang alias marah-marah. Akhirnya, Si Kecil malah tidak menangkap maksud mama. Misalnya mama mau Si Kecil membereskan kamar, jangan gunakan kalimat yang panjang apalagi sambil menggerutu. Cukup pakai kalimat yang sederhana, misalnya “kamar beresin ya”

2. Berikan fakta dan alasan logis
Kasus yang lain lagi nih, ma. Kejadiannya Si kecil sedang melompat-lompat di atas kasur, dan mama ingin Si kecil tidak melakukan itu lagi. Daripada bilang “kamu itu nggak bisa diem banget sih, kan mama baru aja beresin kasurnya” kenapa tidak memberikan alasan yang logis “Kamu tahu gak fungsi kasur untuk apa? Nah, main yang lain aja yuk”

3. Kasih pilihan
Kadang Si Kecil tidak mau mendengarkan karena Ia merasa tidak punya pilihan lain. Salah satu cara agar Si Kecil mau bekerja sama dengan mama adalah dengan memberikannya pilihan atas sesuatu. Misalnya: mama mau Si Kecil makan karena sudah masuk waktu makan malam. Tapi Si kecil menolaknya, kasih pilihan aja, ma “Kamu mau makannya sekarang atau 1 jam lagi?” Apa pun yang Ia pilih, mama pun harus menghargainya.

4. Jabarkan harapan mama
Misalnya situasinya mama berencana pergi dengan Si kecil, tapi Si kecil masih asik menonton tv, padahal harusnya sudah mandi dan menonton tv. Daripada mama marah-marah “Ayo dong mandi dan siap-siap, kita udah telat nih” Harusnya mama lebih jelas dengan rencana yang akan dilakukan dan jabarkan juga ekspektasi mama, misalnya “Nak, kita akan pergi jam 8 tepat ya, mama harap jam 8 kurang lima belas, kamu sudah siap untuk brangkat”

5. Orangtua pun harus mendengarkan
Namanya komunikasi pasti berlaku dua arah ya, ma. Kalau mama ingin Si Kecil mendengarkan mama, begitupun sebaliknya. Saat Si Kecil sedih atau marah, Ia pun perlu seseorang untuk mendengarkan. Kala itu terjadi, bantu Ia untuk mendeskripsikan perasaan yang sedang dialami, lalu coba berbicara dengannya. Pada akhirnya, kunci agar kita didengarkan adalah, kita pun bersedia untuk mendengar.