5 Mitos Tentang Makanan yang Membuat Si Kecil Obesitas
08 September 2018
Menurut penelitian, tingkat obesitas pada anak meningkat cukup signifikan dalam 30 tahun terakhir, dan rata-rata orangtua tidak mengerti apa yang menyebabkan hal tersebut. Sekarang pun banyak sekali pemahaman yang salah tentang pemilihan jenis makanan yang sehat untuk anak-anak. Apalagi dengan semakin banyaknya produsen makanan yang jualan istilah “sehat” atau “bernutrisi” padahal itu cuma mitos dan efeknya bisa membuat anak bertambah berat badannya dan rentan terkena obesitas. Apa saja lima mitos tersebut?

1. Makanan berlabel “Diet”, “Gluten Free” dan “Organic” adalah sehat
Gaya hidup sehat yang sudah menjadi trend diikuti dengan banyaknya produk-produk yang jualan “sehat” melalui label-label seperti di atas. Mama pasti ingin anak-anak dan seluruh keluarga makan-makanan yang sehat, tapi jangan langsung berpikiran kalau makanan dengan label ini otomatis merupakan makanan yang sehat lho, ma. Cek juga kandungan-kandungan lainnya juga di makanan tersebut. Berapa kalorinya, memakai pengawet atau tidak, ada pemanis buatan atau tidak. Yuk kita mulai kritis melihat kandungan dalam makanan, ma.

2. Jus adalah minuman yang sehat untuk Si Kecil
Ini mitos yang cukup umum untuk para orangtua. Logikanya sederhana, jus kan terbuat dari buah, dan buah itu kan menyehatkan. Betul kan, ma? Ternyata tidak sesederhana itu lho ma. Masalahnya, jus itu kan pembuatannya melalui proses yang justru akan menghilangkan nutrisi-nutrisi yang penting di dalam buah tersebut. Apalagi kalau ditambah gula, bukannya sehat, malah berkontribusi untuk obesitas.

3. Sereal Bagus Untuk Memulai Hari
Dalam kurun waktu beberapa puluh tahun terakhir, produk sereal menjadi alternatif pilihan untuk menu sarapan anak. Waktu sarapan yang cukup pendek pada pagi hari membuat sereal menjadi pilihan yang cukup praktis untuk disajikan sebelum anak-anak mulai beraktivitas. Namun yang perlu diingat, kebanyakan produk sereal ini lebih banyak mengandung gula dibandung menu sarapan yang lain lho, ma. Sarapan memang penting untuk memulai hari, tapi dilihat juga kandungan nutrisinya ya, ma.

4. Roti Gandum Lebih Sehat dari Roti Biasa
Masih seputar menu sarapan nih, ma. Roti juga bisa menjadi alternatif menu sarapan di pagi hari. Nah, seiring dengan meningkatnya trend gaya hidup sehat sekarang ini, banyak yang lebih memilih mengganti pilihan rotinya menjadi roti dengan bahan gandum utuh. Dari segi kandungan mungkin berbeda, tapi kalau dilihat dari nutrisi secara keseluruhan, perbedaannya tidak terlalu signifikan. Roti gandum dan roti biasa sama-sama melalui proses pembuatan yang menghilangkan nutrisi yang justru sangat penting yaitu serat. Dan yang pasti kadar glukosa di antara 2 jenis roti tersebut tidak jauh berbeda.

5. Yoghurt adalah Pilihan Dessert yang Sehat
Yoghurt lebih menyehatkan dibanding es krim, itu sudah pasti karena yoghurt biasanya lebih rendah lemak. Tapi secara kalo dilihat nutrisi secara keseluruhan, kalori yang terkandung pada yoghurt termasuk besar lho, ma. Belum lagi biasanya anak-anak suka Yoghurt dengan berbagai macam topping yang kadar gulanya cukup tinggi.