Tips Membiasakan Berkomunikasi Secara Terbuka di Dalam Rumah.
24 June 2018
Mama, kita semua setuju kan bahwa komunikasi adalah hal yang terpenting di antara anggota keluarga, baik antar orangtua maupun dari orangtua ke anak dan sebaliknya. Berkomunikasi secara terbuka membuat setiap anggota keluarga merasa dihargai dan dicintai, dan yang paling penting apabila terjadi konflik akan lebih mudah menyelesaikannya. Berikut adalah 5 hal yang harus dilakukan untuk membiasakan berkomunikasi secara terbuka di dalam rumah.

1. Diskusi dan bicara adalah prioritas utama
Perbincangan yang terbuka dan nyaman bisa mengembangkan percaya diri dan self esteem yang berujung pada hubungan yang sehat dan hangat. Perlahan, bangun skill berkomunikasi dengan anak dengan cara berbincang dan berdiskusi sebanyak mungkin. Ingat juga ya ma untuk berkomunikasi dengan anak secara dua arah. Berbicara, dan yang tak kalah pentingnya juga, mendengarkan.

2. Sempatkan waktu berdialog one-on-one
Ini penting apabila di dalam rumah ada Si Kakak dan juga Si Adik. Karena ada perbedaan usia dan level berkomunikasi juga beda, berbicara dengan masing-masing dari mereka sangat penting lho, ma. Berbicara dengan Si kakak membutuhkan diskusi yang sifatnya lebih stimulatif agar lebih banyak informasi yang didapat. Berbicara dengan si Adik, beda lagi. Oleh karena itu, sempatkan waktu berdialog dengan masing-masing dari mereka dan berkomunikasi lah di level mereka dengan menggunakan kosa kata mereka.

3. Berikan pertanyaan terbuka
Pertanyaan terbuka menstimulasi otak untuk berpikir, dan diskusi bisa dimulai dari sini. Jadi, dibanding bertanya dengan jawaban ya atau tidak, coba formulasikan pertanyaan terbuka agar terjalin sebuah diskusi yang menarik. Misalnya, pertanyaan “Hari ini seru, tidak?” bisa sedikit diubah menjadi “Gimana hari ini, nak? Ceritain ke mama dong”

4. Tunjukkan kalau mama tertarik
Tanggapan yang baik serta sifat yang responsif juga bisa menjadi kunci terjalinnya sebuah komunikasi yang terbuka. Pada saat anak bercerita tunjukkan kalau mama tertarik dengan frase-frase berikut: “Oh iya?”, “Wah keren banget tuh, nak”, “Iya, mama ngerti nak” atau “Eh, gimana kalau…” Dengan begitu, anak akan merasa didengarkan dan akan lebih terbuka lagi dalam berdialog.

5. Jangan lupa dua kalimat penting
Dua kalimat penting yang harus dibiasakan mengucapkannya yaitu terima kasih dan tolong. Pada saat mama membutuhkan bantuan mereka, jangan lupa bilang tolong, dan apabila telah dibantu, jangan lupa juga mengucapkan terima kasih. Itu akan membuat mereka merasa dihargai, dan yang paling penting mama melakukan contoh yang baik dan harapannya mereka akan melakukan hal tersebut juga.