5 Alasan Kenapa Membacakan Buku Sebelum Tidur Baik Untuk Si Kecil
27 April 2018
Saat malam tiba dan waktunya si kecil untuk tidur jangan lupakan satu rutinitas lagi yang penting sebelum mama mencium mereka dan mengucap selamat tidur, yaitu membaca buku cerita. Sebuah studi mengungkapkan seorang anak yang dibacakan buku 3 sampai 5 kali seminggu kemampuan membaca, menulis serta mengenali angka akan meningkat secara signifikan. Berikut adalah 5 alasan kenapa mama harus sering melakukannya.

1.  Membangun hubungan yang erat.
Membaca buku sebelum tidur merupakan salah satu cara membangun hubungan personal yang lebih erat dengan Si kecil karena minimnya distraksi. Tidak ada hal lain selain mama dan Si kecil bersama-sama mengarungi berbagai cerita petualangan dari sebuah buku.

2. Memperbanyak kosakata.
Memaparkan bahasa kepada anak terbukti meningkatkan kosakatanya. Setiap mama membacakan berbagai macam buku, Si kecil akan diperkenalkan terhadap kata baru dan konteks menggunakan kata tersebut. Dengan kosakata yang bertambah banyak, Ia pun akan lebih percaya diri dalam berkomunikasi baik di rumah atau pun di lingkungannya.

3. Memperkenalkan nilai moral.
Salah satu kelebihan dari buku anak adalah sarat dengan nilai moral. Dan membacakannya merupakan salah satu cara yang efektif dalam memperkenalkan nilai-nilai tersebut. Kancil mencuri ketimun mengajarkan nilai tentang kejujuran, Malin kundang mengajarkan tentang bakti kepada orangtua dan banyak lagi yang lainnya.

4. Membangkitkan imajinasi.
Fantasi dan petualangan adalah unsur yang tidak pernah lepas dari buku cerita anak. Setiap dibacakan, Si kecil akan belajar untuk berkonsentrasi dan mendengarkan setiap kata untuk membangkitkan imajinasi di otaknya. Salah satu skill kreatif ini sangat penting untuk perkembangannya ke depan.

5. Seru!

Salah satu hal yang terlupakan saat kita menjadi dewasa adalah lupa betapa serunya dunia anak-anak. Dengan rutin membacakan buku cerita untuk Si kecil, mama dan papa pun diingatkan kembali betapa menyenangkan dan serunya dunia anak-anak. Ditambah lagi, aktivitas ini dapat menjadi bonding time antara orangtua dan anak-anak.