Mitos Seputar Bayi
22 April 2016
Minggu ini GOO.N Indonesia akan share beberapa mitos seputar bayi yang beredar di masayarkat. Ada mitos yang mengandung kebenaran, namun banyak juga yang kurang tepat. Berikut ini beberapa mitos yang ada di masyarakat.

•    Bayi sering berliur (ngiler) disebabkan waktu ibunya hamil dan “ngidam” tidak dipenuhi. Mitos ini kurang tepat ma. Hingga usia bayi 4 tahun, produksi air liur akan sangat aktif. Namun bila air liur mulai berlebihan, bisa jadi itu adalah tanda-tanda si kecil akan tumbuh gigi. Atau ada kemungkinan juga terjadi peradangan atau infeksi di rongga mulut si kecil.

•    Bayi digunduli supaya tumbuh rambutnya lebih tebal. Ini kurang tepat. Tebal atau tipisnya rambut bayi sangat dipengaruhi oleh faktor genetik atau keturunan. Untuk bayi yang memang rambutnya berbakat tebal, tanpa digunduli pun rambutnya bakal tebal.

•    Bayi sering ditarik hidungnya bisa mancung. Mitos ini kurang tepat ma. Mancung tidaknya hidung seseorang ditentukan bentuk tulang dan sifat bawaan. Jadi tidak ada hubungannya menarik hidung supaya mancung.

•    Bayi harus selalu menggunakan sarung kaki dan sarung tangan. Mitos ini kurang tepat ma. Sebaiknya penggunaan sarung kaki dan sarung tangan hanya pada saat cuaca dingin. Karena pada dasarnya  sarung kaki dan sarung tangan bisa menghambat perkembangan indra peraba bayi.

•    Baby walker membantu anak berlatih berjalan. Ini kurang tepat. Dengan menggunakan babywalker, anak tidak dapat bebas bergerak, berguling, duduk dan berdiri. Dengan bebas bergerak, bayi menjadi lebih cepat berjalan.

Demikian beberapa mitos yang beredar di masyarakat, tinggal kita sebagai orang tua mesti banyak mencari tahu supaya tidak terjebak pada mitos.