Memberikan obat untuk si Kecil
02 November 2021

Punya anak kecil berarti harus siap dengan segala kondisi. Kadang, bayi Mama mendadak sakit. Mungkin badannya hangat, batuk, pilek, atau terkena penyakit ringan lainnya. Berikut beberapa kondisi yang kemungkinan tidak membutuhkan pemberian obat untuk bayi:

1)  Pilek

Masalah kesehatan yang cukup umum terjadi pada bayi ialah pilek. Tahu gak, Mama! Pemberian obat pilek, seperti dekongestan dan antihistamin, umumnya tidak dianjurkan untuk bayi, karena dapat berisiko menimbulkan efek samping yang berbahaya. Biasanya pilek pada bayi dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu kurang lebih 1-2 minggu. Untuk dapat mempercepat kesembuhannya, Mama dapat berikan Si Kecil istirahat yang cukup, jauhkan dari debu dan polusi, misalnya asap rokok dan berikanlah lebih banyak ASI pada si Kecil ya Mama.

2) Batuk

Selain itu batuk merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi pada Si Kecil. Batuk adalah respons alami tubuh untuk mengeluarkan kuman, virus, lendir, dan debu yang menumpuk di saluran pernapasan dan biasanya terasa gatal. Oleh karena itu, saat Si Kecil mengelamai batuk, Mamah tak perlu khawatir dan memberikan obat batuk padanya.

Sama seperti penanganan pada pilek, yang Mama dapat lakukan ialah memberikan Si Kecil istirahat yang cukup, memberikan lebih banyak ASI atau susu Formula, dan menjauhkan dari debu dan polusi guna mempercepat proses penyembuhan. Serta hindari makan-makanan yang mengandung gula seperti permen dan berikan minuman yang hangat apa bila Si Kecil berusia di atas 6 Bulan.

3) Demam

Demam pada bayi umumnya terjadi ketika tubuh si Kecil sedang diserang oleh kuman atau virus. Namun, demam juga bisa muncul sebagai reaksi efek sampinng imunisasi. Tahu gak Mama, demam pada bayi biasanya tidak terlalu berbahaya jika ia masih tampak tenang, mau menyusu, dan aktif. Namun, jika demam terjadi pada bayi berusia di bawah 3 bulan atau desertai dengan keluhan lain, seperti sesak napas, lemas, tidak mau menyusu, muncul ruam di kulit, atau kejang, hal ini sebaiknya segera ditangani oleh dokter, ya Mama.

4) Diare

Saat Si Kecil sedang terkena diare, biasanya ia lebih sering buang air besar dan teksturnya akan encer atau berair. Selama itu tidak menimbulkan gejala lain, sebagian kasus diare pada Si Kecil bisa sembuh dengan sendirinya loh Mama, tanpa memerlukan obat-obatan.

Hal yang Mama dapat lakukan ialah dengan memberikannya lebih banyak ASI dan minum elektrolit, jika ia sudah bisa mengonsumsi MPASI.

Namun yang Mama harus perhatikan, jika diare yang terjadi  dengan Si Kecil  disertai gejala muntah-muntah, lemah lesu, demam, tinja berwana hitam atau putih, BAB berdarah, atau tidak mau menyusu, apalagi sampai menimbulkan tanda-tanda dehidrasi pada bayi, hal ini tentu harus segera mendapatkan perawatan dokter dari rumah sakit.

Nah, itulah beberapa masalah pada bayi yang  tidak selalu membutuhkan obat. Pahamilah akan gejala yang di alami Si Kecil apabila sedang sakit atau kurang enak badan.  Jika gejala yang ditimbulkan serius pada Si Kecil, segeralah periksa ke dokter dan bacalah aturan pakainya. Karena, Bayi jauh lebih rentan terhadap efek obat-obatan dibandingkan orang dewasa, terutama jika dosis dan waktu pemberian obat tidak tepat.


Sumber: https://www.alodokter.com/