Ketika si Kecil Sembelit
30 December 2016
Sembelit merupakan masalah umum yang sering kali dihadapi oleh segala usia. Namun saat si kecil menderita sembelit tentu kasihan sekali melihatnya ya ma, berikut ini ada beberapa hal yang perlu mama perhatikan tentang sembelit pada si kecil.

Perhatikan Frekuensi Pup si kecil
Frekuensi BAB setiap anak berbeda, umumnya anak yang sedang diberi ASI Ekslusif lebih jarang terkena sembelit, karena ASI sangat mudah dicerna oleh tubuh. Jika si frekuensi BAB si kecil kurang dari 3 kali seminggu dapat dikatakan si kecil menderita sembelit.
 
Penyebab si kecil sembelit
-  Alergi susu
Alergi protein susu sapi atau intoleransi laktosa  bisa menyebabkan si kecil sembelit. Jika si kecil mengalami intoleransi laktosa, sebaiknya jangan berikan ia susu formula ya Ma, begitu juga yoghurt dan keju ketika si kecil sudah bisa mengonsumsi MPASI. Dan jika si kecil masih minum ASI, mama pun harus menghindari makanan dan minuman yang mengandung susu sapi tersebut, karena bisa diteruskan melalui ASI.
-  Pola makan yang kurang serat
Serat membantu proses pencernaan menjadi lebih mudah dan merangsang aktivitas usus yang dapat membantu mengeluarkan kotoran. Jika pola makan si keciil tidak banyak mendapatkan serat, maka kemungkinan menderita sembelit menjadilebih besar.

Cara mengatasi jika si kecil sembelit
- Kurangi pemberian susu, tambahkan jumlah pemberian cairan seperti air putih dan jus buah. Menambahkan jumlah serat dalam menu makan si kecil juga dapat membantu. Serat banyak terdapat pada biji-bijian, sayur dan buah.
- Ajak si kecil berolahraga ringan, olahraga membantu membantu gerak usus. Jika si kecil masih bayi, mama dapat menggerakkan kaki si kecil seperti mengayuh sepeda.

Semoga infonya bermanfaat ya ma, bila sembelit masih terus berlangsung jangan ragu untuk langsung membawa si kecil ke fasilitas kesehatan terdekat.